Sabtu, 30 Maret 2013

KRIMINALITAS AKIBAT PENGANGGURAN

KRIMINALITAS AKIBAT PENGANGGURAN
                                                                        BAB I
                                                            PENDAHULUAN
            Di Ibukota ini yang serba ada fasilitas yang telah tersedia oleh pemerintah ternyata tidak seindah yang kita bayangkan. Berbagai masalah yang sering di hadapi di Ibukota ini contohnya masalah kemacetan, kriminalitas, banjir, dan masalah ekonomi yang tidak merata sehingga menyebabkan pengangguran sehingga masih ada warga Jakarta membutuhkan pekerjaan.
Dalam kesempatan kali ini, penulis akan membahas sedikit mengenai masalah “kriminalitas kibat pengangguran”. Banyak sekali keluhan-keluhan warga Jakarta tentang di Ibukota ini. Tapi kita sebagai warga Indonesia tidak hanya mengeluh Jakarta itu keras, menurut komentar para warga Jakarta. Seharusnya pemerintah dan warga Indonesia sama-sama bekerja sama membangun Indonesia khususnya di Jakarta ini. Pemerintah yang membuat keputusan dan membangun memperbaiki masalah-masalah di Jakarta, sedangkan warga yang membantu menjaga, merawat fasilitas yang sudah dibangun oleh sektor pemerintahan ini. Sehingga masalah-masalah yang ada di Jakarta ini sedikit berkurang dan membantu meringankan beban pemerintah.
                                                            BAB II
                                                               ISI
Pengangguran yang timbul akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan turut menjadi salah satu faktor penyumbang munculnya kriminalitas. Sebagian besar kasus kriminalitas bermula dari persoalan ekonomi yang menerpa kalangan tidak mampu. Dan mereka tidak ada pelatihan yang membuat mereka menjadi lebih bermanfaat dibanding mereka melakukan tindak kejahatan. Tindakan kriminal hampir 60% pelaku kejahatan adalah mereka yang belum mempunyai kejahatan.

Pengangguran yaitu orang yang berada pada usia produktif/usia kerja yang tidak bekerja. Berdasarkan penyebabnya pengangguran dapat dibedakan 5 macam yaitu:
  1. Pengangguran struktural yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat perkembangan ekonomi.
  2.  Pengangguran siklus/konjungtur yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan-perubahan dalam tingkat perekonomian.misalnya perusahan-perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi sehingga sebagian tenaga kerja diberhentikan.
  3. Pengangguran friksional yaitu : pengangguran yang terjadi pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh (full employment),di mana tenaga kerja berusaha mengganti pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja atau mogok sementara untuk menuntut kenaikan upah.
  4.  Pengangguran musiman yaitu : pengangguran yang terjadi akibat perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala,misalnya menganggur pada saat selang antara musim tanam dan musim panen
  5. Pengangguran karena perubahan teknologi(technological unemployment) yaitu pengangguran yang terjadi akibat perubahan teknologi misalnya mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin.
Salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia adalah masalah pengangguran, yang tidak pernah teratasi setiap tahunnya. Faktor pengangguran bisa beragam macamnya, dan ini tidak boleh di abaikan oleh pemerintah. Usaha mengatasi pengangguran bukanlah kewajiban pemerintah semata. Seluruh penduduk Indonesia di harapkan partisipasinya untuk mengatasi masalah ini. Tanpa kerjasama pemerintah dan masyarakat mustahil dapat mengatasi pengangguran di Indonesia. Itulah beberapa faktor pengangguran yang banyak terjadi di Indonesia. Cukup sulit untuk mengatasi pengangguran di Indonesia dengan tingkat jumlah penduduk yang begitu besar dan masih banyaknya korupsi di negeri ini, sehingga laju pengangguran semakin naik per tahunnya.
Berbagai kasus kriminalitas di Jabodetabek dari masa ke masa marak terjadi. Pada  2011 alias tahun Kelinci Mas ini, kejahatan jalanan diperkirakan bakal meningkat tajam. Pemicunya antara lain kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dan banyaknya pengangguran sebagai sebab meningkatnya kejahatan. Jenis kejahatan yang bakal sering terjadi  pada 2011 yakni perampokan, pembunuhan, kejahatan di dunia maya (Cybercrime), perdagangan manusia, dan narkotika.
Selain itu, kejahatan konvensional seperti aksi premanisme, pencurian dengan kekerasan (penggunaan senjata api), pemalsuan maupun penipuan juga masih akan marak. Menanggapi banyaknya kasus kejahatan dengan menggunakan senjata api (senpi), karena sulitnya kontrol dari pihak kepolisian yang  jumlah personil  terbatas. Kejahatan dengan senpi akan naik karena daerah sangat luas dan jumlah personil terbatas, sehingga pelaku leluasa beraksi. Menekan kejahatan jalanan, polisi harus sering menggelar razia atau patroli. Langkah ini untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berbagai macam tindakan kriminalitas yang terjadi di ibu kota selain disebabkan oleh pengangguran yang memyebabkan manusia itu sendiri malas untuk bekerja dan mengakibatkan kriminalitas dimana-mana, selain itu juga disebabkan oleh ketidak waspadaan atau hal – hal lain yang memungkinkan si pelaku melakukan tindakan kejahatan terhadap korban.
B.     Saran
Untuk mencegah tindakan kriminalitas yang terjadi di ibu kota, beberapa hal yang harus dilakukan antara lain :

·         Bagi masyarakat sekitar :

1.      Lebih waspada dan berhati – hati dalam bertindak
2.      Memakai barang – barang seperlunya, tidak perlu dengan aksesoris yang berlebihan
3.      Untuk wanita, harus dijaga berpakaiannya sehingga tidak terjadi adanya pemerkosaan
5.      Menekankan nilai – nilai rohani terhadap anak sejak dini




Selasa, 26 Maret 2013

Pengertian Penalaran Deduktif

Pengertian Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
 Faktor – faktor penalaran deduktif :
 1. Pembentukan Teori
2. Hipotesis
3. Definisi Operasional
 4. Instrumen
5. Operasionalisasi
B. Variabel pada penalaran deduktif
1. Silogisme Kategorial Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Premis umum : Premis Mayor (My) Premis khusus : Premis Minor (Mn) Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K) Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
2. Silogisme Hipotesis Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
 3. Silogisme Alternatif Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
4. Entimen Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
 Contoh Kalimat Deduktif
1. Burung adalah hewan berkaki dua (premis minor)
 2. Semua burung bisa terbang (kesimpulan)
 3. Burung adalah hewan (premis mayor)

PENGERTIAN PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.Pengertian fakta dalam kedudukannya sebagai sebuah evidensi tidak boleh dikacaukan dengan pernyataan atau penegasan.Pernyataan tidak berpengaruh apa-apa terhadap sebuah evidensi.
Ia hanya menegaskan apakah fakta itu benar atau salah. Sebuah evidensi baru dapat diandalkan kebenarannya setelah melalui pengujian sebagai berikut:
 (a) Fakta adalah sesuatu yang terjadi atau sesuatu yang ada variasinya, fakta-fakta yang digunakan mungkin sama, tetapi evidensinya bisa lain;
(b) Untuk lebih meyakinkan fakta-fakta yang diajukan sebagai evidensi, perlu diadakan peninjauan atau observasi singkat terhadap fakta-fakta tersebut. Untuk lebih meyakinkan fakta-fakta yang diajukan sebagai evidensi
(c) Kalau pun sukar dilaksanakan, dapat juga melalui kesaksian-kesaksian, baik saksi biasa maupun saksi ahli (autoritas).
Evidensi mempunyai wujud sebagai berikut :
 1. Data Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.
Ada berbagai macam data diantaranya :
 - Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui nara sumber atau dalam istilahteknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan obyek penelitian atauorang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data. Untuk mengumpulkan data primer diperlukan metode dan instrumen tertentu. Secara prinsip ada dua metode pengumpulan data primer, yaitu: pengumpulandata secara pasif dan pengumpulan data secara aktif. Perbedaan antara kedua metode tersebut ialah yang pertama meliputi observasi karakteristik-karakteristik elemen-elemen yang sedang dipelajari dilakukan oleh manusiaatau mesin; sedang yang kedua meliputi pencarian responden yang dilakukanoleh manusia ataupun non-manusia.
- Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. Jika data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakan, perusahaan-perusahaan , organisasi-organisasi perdagangan, biro pusat statistic dan kantor-kantor pemerintahan. Maka data primer harus secara langsung kita ambil dari sumber aslinya melalui narasumber yang tepat dan yang kita jadikan responden dalam penelitian kita.

 2. Fakta Fakta (bahasa Latin: factus) dalam istilah keilmuan merupakan suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat verifikasi. Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris. Fakta dalam prosesnya kadangkala dapat menjadi sebuah ilmu.

 3. Authoritas Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan Authority adalah kekuasaan yang sah dan legal yang dimiliki seseorang untuk memerintah orang lain, berbuat atu tidak berbuat seuatu;authority adalah dasar hukum yang sah dan legal untuk dapat mengerjakan suatu pekerjaan.

http://achprim.blogspot.com/2012/03/pengertian-penalaran-dan-macam-macam.html,

Senin, 16 April 2012

Kebiasaa buruk yang membuat orang cepat tua

Kebiasaa buruk yang membuat orang cepat tua

Banyak kebiasan buruk yang bisa membuat kita kelihatan tua. Bila tubuh anda ingin selalu bugar dan sehat, berolahragalah secara teratur dan perbanyak makan sayur dan buah agar tubuh selalu sehat.
Mengkonsumsi jus buah segar setiap hari bisa membantu anda tetap bugar dan sehat. Konsumsi juga Buah-buah yang Bikin Kulit Bercahaya agar kulit anda tidak mengalami penuaan dini. Kenali juga Tips Agar Kulit Terlihat Kinclong agar anda selalu terlihat awet muda.
Namun bila anda masih melakukan beberapa kebiasaan buruk ini, sudah dipastikan muka anda akan cepat tua. Lalu apa saja Kebiasaan Buruk yang bikin Orang Cepat Tua?

Berikut beberapa Kebiasaan Buruk yang Bikin Orang Cepat Tua.

1. Merokok
Bukan rahasia lagi bahwa merokok buruk bagi kesehatan. Tapi jarang yang sadar bahwa merokok juga dapat merusak penampilan.
Penelitian menunjukkan bahwa selain memperpendek hidup dengan cara meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru-paru, merokok dapat mengaktifkan enzim yang memecah elastisitas kulit. Bahkan untuk orang yang bukan perokok berat, kerutan halus dan kulit pucat dapat muncul disebabkan rokok.

2. Kecelakaan Diet
Banyak perempuan yang ingin segera menurunkan berat badan sebanyak 4-5 kg menjelang ulang tahun atau acara penting. Menjadi langsing dengan cepat memang menggoda, tapi kecelakaan diet bukanlah hal yang baik. N
Diet instan bukan solusi jangka panjang, bahkan dapat menjadi ancaman. Penelitian menunjukkan bahwa program diet dapat membuat tubuh merasa lebih tua karena mengurangi energi, mengacaukan konsentrasi, dan membuat tertekan dan mudah tersinggung.
Kecelakaan diet juga dapat menyebabkan kulit keriput dan kendur karena penuaan kulit, berkurangnya elastisitas, dan kurangnya penyesuaian kulit dengan penurunan berat badan.
Pengelolaan berat badan penting bagi kesehatan lansia, tetapi cobalah untuk tidak menurunkan berat badan lebih dari 0,5 - 1 kg dalam seminggu.

3. Kurang Tidur
Tubuh membutuhkan waktu tidur tujuh atau delapan jam setiap malam untuk kesehatan yang optimal. Kurang tidur dapat membuat tubuh tidak berfungsi dengan baik, juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan berakibat pada kesehatan ketika tua.
Jika jam tidur sudah wajar namun masih merasa kurang tidur pada siang hari, berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu kemungkinan gangguan tidur seperti sleep apnea yang umum dijumpai pada lansia.

4. Menghindari Buah dan Sayuran
Semakin tua, tubuh membutuhkan kalori lebih sedikit. Untuk menghasilkan penuaan yang sehat dan mengurangi kulit keriput, makanlah makanan berkalori dari sumber yang bergizi.
Sumber terbaik adalah buah-buahan dan sayuran berwarna. Pastikan juga untuk mengkonsumsi ikan yang mengandung asam lemak omega 3 untuk jantung sehat, serta banyak serat dari biji-bijian.

5. Memendam dendam
Hidup terlalu singkat dan berharga untuk lama memendam dendam. Mengikhlaskan dan memaafkan dapat membuat hidup lebih lama dan lebih produktif.
Penelitian menunjukkan bahwa pemaafan dapat mengarah pada kesejahteraan fisik, psikologis, dan spiritual yang lebih baik. Manfaatnya antara lain menurunkan tekanan darah serta mengurangi depresi, stres dan kecemasan.

6. Stres
Penelitian menunjukkan bahwa melepaskan stres dapat membantu tubuh mengurangi gangguan mental dan menjaga pikiran tetap muda. Cobalah untuk mengenali penyebab stres dan temukan cara untuk menghindarinya atau mengurangi efeknya melalui teknik relaksasi seperti meditasi atau olahraga.

7. Kebanyakan duduk
Aktivitas fisik yang teratur penting untuk penuaan yang sehat, menghindari penyakit jantung, dan menjaga tingkat stres tetap aman. Salah satu alasan utama berolahraga adalah untuk mencegah cedera.
Cedera dapat membatasi pergerakan dan berpotensi mengancam kesehatan lansia. Penelitian menunjukkan bahwa 30 menit saja berjalan selama tiga kali seminggu dapat menurunkan risiko jatuh, penyebab utama cedera yang pada lansia.

8. Minum Alkohol
Minum alkohol dalam taraf sedang kabarnya baik untuk kesehatan. Tapi untuk lansia, sebanyak apakah yang dianggap sedang? Menurut American Geriatrics Society, lebih dari satu gelas sehari pada pria tua dan setengah gelas untuk wanita tua sudah terlalu banyak.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan penurunan fungsi mental dan dapat menyebabkan jatuh. Alkohol juga dapat mengganggu khasiat beberapa obat. Tanyakan pada dokter berapa banyak alkohol yang aman untuk lansia, jika ada.

Nama : Wulan Purnama Sari
NPM : 18210579
Kelas : 2EA11

Karekteristik Masyarakat Madani

Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut :
1.Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
2.Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi :
1.Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
2.Pers yang bebas
3.Supremasi hukum
4.Perguruan Tinggi
5.Partai politik
3.Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
4.Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
5.Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
6.Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain, sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab.
7.Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.
Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya :
1.Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata.
2.Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat.
3.Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter.
4.Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas.
5.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar.
6.Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi.
Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman, pemberdayaan civil society perlu ditekankan, antara lain melalui peranannya sebagai berikut :
1.Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan.
2.Sebagai advokasi bagi masyarakat yang “teraniaya“, tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain).
3.Sebagai kontrol terhadap negara.
4.Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group).
5.Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut, misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasi-organsasi lainnya.

Nama : Wulan Purnama Sari
NPM : 18210579
KELAS : 2EA11

Pengertian Masyrakat Madani

Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris, ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Menurut Blakeley dan Suggate (1997), masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market.” Merujuk pada Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:
 
1.      Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat  melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2.      Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
3.      Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
4.      Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
5.      Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter.
6.      Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu  mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
7.      Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif.
 
Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil responsibility dan civil resilience). Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi tujuah prasyarat masyarakat madani sbb:
 
1.   Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.
2.   Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. 
3.   Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain  terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
4.   Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga  swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan  kebijakan publik dapat dikembangkan.
5.   Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling  menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
6.   Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi,  hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
7.   Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan  yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.
 
Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. Dengan kata lain, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley, 1992). Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa:
 
1.   Sentralisme versus lokalisme. Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme, meritokrasi dan keadilan sosial. 
 
2.   Pluralisme versus rasisme. Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap minoritas dan sebaliknya, yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan. Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis, pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya. Pluralisme menghindari penyeragaman. Karena, seperti kata Kleden (2000:5), “…penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan, pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia.” 
 
      Sebaliknya, rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya. Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual, organisasional, dan struktural. Pada tingkat individu, diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka. Pada tingkat organisasi, diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan, aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. Secara struktural, diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya.
 
3. Elitisme dan communalisme. Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan, kekuasaan dan prestise. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumber-sumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat.
 
Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan.


2.SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT MADANI
Menurut Aristoteles (384-322) masyarakat madani di pahami sebagai sistem kenegaraan dengan menggunakan istilah kolonia politik ( sebuah komunitas politik tempat warga dapat terlibat dalam berbagai percaturan ekonomi politik dan pengambilan keputusan).
Konsepsi Aristoteles ini di ikuti oleh Marcos Tullios Cicero (106-43) dengan istilah Societis Civilies yaitu sebuah komonitas yang lain, tema yang dikedepan kan oleh Cicero ini lebih menekankan pada konsep Negara kota (city state), yakni untuk menggambarkan kerajaan, kota dan bentuk lainya sebagai kesatuan yang terorgenisasi.
Pada tahun 1767, wacana masayarakat madani ini dikembangkan oleh Adam Fergoson dengan mengambil konteks sosio-kultural, Fergoson menekankan mayasrakat madani pada sebuah visi etis dalam kehidupan bermasyarakat. Pahamnya ini digunakan untuk mengatisipasi perubahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri dan munculnya kapitalisme serta mencoloknya perbedaan antara publik dan individu.
Kemudian pada tahun 1792, muncul wacana masyarakat madani yang memiliki aksetuansi yang dengan sebelumnya. Konsep ini memunculkan Thomas Paine (1737-1803) yang menggunakan istilah masyrakat madani sebagai kelompok masyarakat yang memiliki posisi secara diametral dengan Negara, bahkan dianggap sebagai antithesis dari Negara, dengan demikian, maka masyrakat madani menurut Thomas Paine adalah ruang dimana warga dapat mengembangkan kepribadian dan memberi peluang bagi pemuasan kepentingannya secara bebas dan tanpa paksaan.
Perkembangan civic society selanjutnya dikembangkan oleh G.W.F Hegel (1770-1831), Karl Mark (1818-1883) dan Antonio Gramsci (1891-1837). Wacana masyarakat madani yang dikembangkan oleh ketiga tokoh ini menekankan kepada masyarakat madani elemen ideology kelas dominan, pemahaman ini lebih merupakan sebuah reaksi dari model pemahaman yang dilakukan oleh Paine (yang menganggap masyarakat madani sebagai bagian terpisahnya dari Negara), menurut Hegel masyarakat madani merupakan kelompok subordinatif dari Negara, menurut Ryas Rasid erat kaitannya dengan fenomena masyarakat berjuis Eropa (Burgerlische gesselscaft) yang artinya pertumbuhannya ditandai dengan perjuangan melepaskan diri dari dominasi Negara.
Sedangakan Karl Marx memahami masyarakat madani sebagai “masyrakat Borjuis” dalam konteks hubungan produksi kapitalis keberadaannya merupakan kendala bagi pembebasan manusia dari penindasan. Menurut pemahaman Gramsci memberikan tekanan pada kekuatan cendikiawan yang merupakan faktor utama dalam proses perubahan sosial dan politik.



7.MASYARAKAT MADANI INDONESIA
Masyarakat madani jika dipahami secara sepintas merupakan format kehidupan alternative yang mengedepankan semangat demokrasi dan menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Konsep masyarakat madani menjadi alternative pemecahan, dengan pemberdayaan dan penguatan daya control masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang akhirnya nanti terwujud kekuatan masyarakat yang mampu merealisasikan dan menegakkan konsep hidup yang demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia.
Berkembangnya masyarakat madani di Indonesia diawali dengan kasus-kasus pelanggaran HAM dan pengekangan kebebasan berpendapat, berserikat dan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dimuka umum kemudian dilanjutkan dengan munculnya berbagai lembaga-lembaga non pemerintah mempunyai kekuatan dan bagian dari sosial control.
Secara esensial Indonesia memang membutuhkan pemberdayaan dan penguatan masyarakat secara komprehensif agar memiliki wawasan dan kesadaran demokrasi yang baik serta mampu menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Untuk itu, maka diperlukan pengembangan masyarakat madani dengan menerapkan strategi sekaligus agar proses pembinaan dan pemberdayaan itu mencapai hasilnya secara optimal.
Menurut Dawan ada tiga strategi yang salah satunya dapat digunakan sebagai strategi dalam memberdayakan masyrakat madani Indonesia.
1. Strategi yang lebih mementingkan integrasi nasional dan politik. Strategi ini berpandangan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.
2. Strategi yang lebih mengutamakan reformasi sistem politik demokrasi. Strategi ini berpandangan bahwa untuk membangun ekonomi.
3. Strategi yang memilih membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat kearah demokratisasi.
Fakta model strategi pemberdayaan masyarakat madani tersebut dipertegas oleh Hakim bahwa di Era transisi ini harus dipikirkan prioritas-prioritas pemberdayaan dengan cara memahami target-target group yang paling strategis serta penciptaan pendekatan-pendekatan yang tepat di dalam proses.

Nama : Wulan Purnama Sari
NPM : 18210579
KELAS : 2EA11

Jumat, 06 April 2012

Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

Jika menurunkan berat badan adalah salah satu target utama anda, teh hijau mungkin bisa membantu.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat-zat yang terdapat di dalam teh hijau mungkin menawarkan beberapa efek pemicu penurunan berat badan, misalnya mempercepat metabolisme dan mengurangi nafsu makan.
Meski minuman antioxidant saja tidak bisa membantu menurungkan berat badan, namun ada beberapa bukti bahwa meminum teh hijau mungkin mensupport usaha anda untuk menurunkan berat badan.



Seberapa Besar Kemungkinan Teh Hijau untuk Memicu Penurunan Berat Badan?

Teh hijau mengandung kafein, yang sudah diketahui bisa meningkatkan thermogenesis (proses biologis yang melibatkan pembakaran kalori).
Di tahun 2007, sebuah laporan yang dipublikasikan di American Journal of Physiology: Regulatory, Integrative and Comparative Physiology, para peneliti menyatakan bahwa teh hijau mungkin bisa mencegah menurunnya metabolisme yang biasa terjadi saat seseorang berusaha menurunkan berat badannya.

Menurut penulis laporan ini, teh hijau mungkin juga menghalangi efek dari catechol-O-methyltransferase (sebuah enzym yang dikenal memicu penguraian zat-zat kimia otak yang terlibat di dalam pengaturan nafsu makan).

Apakah Teh Hijau Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Antioxidant tertentu yang ditemukan di dalam teh hijau sepertinya memiliki "efek kecil yang positif" terhadap penurunan dan maintenance berat badan menurut laporan yang dipublikasikan di International Journal of Obesity in 2009.
Dalam analisis mereka terhadap 11 penelitian mengenai teh hijau dan penurunan atau maintenance berat badan, para peneliti menemukan bahwa antioxidant teh hijau yang dikenal sebagai catechins mungkin bisa meningkatkan metabolisme.

Namun National Institutes of Health (NIH) tetap memperingatkan bahwa bukti yang dibutuhkan masih belum cukup untuk menentukan apakah teh hijau itu efektif untuk menurunkan berat badan.Meski demikian, epigallocatechin gallate (catechin yang ditemukan dalam teh hijau) mungkin bisa membantu mereka yang overweight untuk menurunkan berat badannya, menuru NIH

Apakah Teh Hijau itu Aman untuk Menurunkan Berat Badan?

Meski teh hijau itu umumnya aman untuk orang dewasa, tapi jika diminum lebih dari 5 gelas per hari mungkin bisa mengarah pada efek samping yang berhubungan dengan kafein (misalnya sakit kepala, gugup, sulit tidur, dan detak jantung yang tidak teratur).

Kafein di dalam teh hijau juga mungkin memperparah beberapa jenis penyakit, misalnya gelisah, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Haruskan Anda Menggunakan Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan?

Bagi orang dewasa umumnya, meningkatkan konsumsi teh hijau dalam skala menengah mungkin bisa memberikan beberapa manfaat bagi penurunan berat badan tanpa menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan.
Tapi agar bisa mendapatkan hasil yang significant, penting untuk mengkombinasikannya dengan diet yang sehat dan berolahraga secara teratur (termasuk berlatih erobik minimal dua setengah jam dan dua sesi latihan angkat beban per minggu).
Jika anda ingin menggunakan supplemen teh hijau (atau supplemen natural lainnya untuk menurunkan berat badan), pastikan untuk berkonsultasi dulu dengan seorang dokter sebelum memulai perawatan.

 Nama : Wulan Purnama Sari
NPM : 18210579