Sabtu, 31 Desember 2011

MASALAH EKONOMI DIINDONESIA

MASALAH EKONOMI DIINDONESIA

Masalah ekonomi di Indonesia secara umum ,kita semua sudahh tahu apa-apa yang menjadi masalah dan sumber masalah ekonomi di INdonesia ,seperti masalah pengangguran,kemiskinan,sulitnya kesehatan,sulitnya pendidikan,keamanan dan sebagainya atau penyebab dari ulah para koruptor,ulah orang-orang yang ingin menang sendiri dan lain sebagainya Namun dalam artikel ini kita akan lebih membahas bagaimana sebenarnya solusi untuk masalah ekonomi tersebut.Dalam pemilihan presiden 8juli 2009 lalu para capres dan cawapres mengusung isu ekonomi dalam visi misinya.Hal ini terlihat jelas dengan adanya pemberian porsi khusus dalam masalah ekonomi.

Pasangan Susilo Bambang Yudiyono (SBY)-Boediono mengatakan tidak akan menyerahkan perekonomian kepada pasar bebas. Akan ada campur tangan negara. Meski tidak boleh terlalu jauh karena hal itu akan mematikan sektot swasta.
Namun, masih hangat dalam ingatan kita. Pada tahun 1996-1998, ketika Boediono menjadi sebagai direktir 1 BI urusan analisa kredit terkucurlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp.400triliun. Belum lagi ketika Boediono menjadi kepala Bappenas terkucurlah dana rekap perbankan Rp 600 triliun.
Irinisnya para obligator BLBI justru diberikan Release and Discharge alias dibebaskan dari masalah hukum. Akhirnya, rakyatnyalah yang harus membayar hingga tahun 2032.

Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan. Jk berjanji akan mewujudkan ekonomi mandiri yang terlepas dari ketergantungan asing. Namun, kita perlu tahu selama pemerintahan SBY - JK , JK berperan banyak dalam mengarahkan kebijakan-kebijakan dalam ekonomi yang juga tak kalah liberal. Seperti menaikan harga BBM di atas 100% yang jelas-jelas membenani rakyat.
Adapun pasangan Megawati - Prabowo sepakat untuk membangun  ekonomi kerakyatan. Bahkan, pasangan ini sudah berbagi tugas. Prabowo ditugaskan menangani masalah pereknomian untuknfokus membangun ekonomi kerakyatan dan kebangkitan ekonomi rakyat. Namun, kita pun tidak mungkin lupa pada masa kepimimpinan Megawati pula aset-aset negara banyak dijual atas nama privatisasi.
Apa yang para capres dan cawapres tersebut ucapkan hanya sebatas wacana tanapa solusi nyata untuk mengatasi masalah ekonomi bangsa ini. Untuk mewujudkan perekonomian yang mandiri dibutuhkan ketegasan dalam menghentikan campur tangan asing. Salah satu nya dengan menutup pintu masuk campur tangan asing itu,yaitu utang luar negri. Jika campur tangan asing sudah terlanjur masuk maka harus segera dibereskan dan dibersihkan. Jika langkah ini tak pernah dtempuh jangan pernah berharap akan terwujudnya ekonomi indonesia yang mandiri. Selama sistem kapatalisme bercokol di negri ini maka kesejahteraan rakyat yang cita-citanya hanya mimpi.

Ekonomi yang mandiri dan pro-rakyat hanya bisa diwujudkan ketika negri ini mau menerapkan sistem peraturan islam. Caranya adalah dengan penerapan sistem perekonomian islam yang dijalankan dalam bangunan hukum dan sistem politik islam secara konsisten. Lebih dari itu menerapkan sistem islam dalam segala aspek kehidupan merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Oleh karena itu saatnya indonesia keluar dari cangkraman ekonomi yang dinaungi kapitalisme. Karena jelas-jelas perekonomian yang di bangun hanya berasakan kepentingan belaka. Saatnya indonesia bangkit dengan kembali pada sebuah aturan mulia  yaitu islam dalam bangun seluruh bidang kehidupan.

0 komentar:

Posting Komentar